Senin, 18 April 2016

Perangkat Jaringan

Mengenal Dasar Pengkabelan


Sebelum kita mempelajari lebih jauh lagi tentang pengkabelan, kali ini saya akan berbagi sedikit dasar teori tentang Koneksi Fisik (Physical Connection) yang berperan penting di dalam koneksi internet sebagai penghubung antara adapter card (Modem, NIC) dari komputer kedalam suatu jaringan, Transfer data yang mengalir dalam koneksi fisik menggunakan transfer sinyal melalui media kabel atau gelombang  dan untuk melakukan koneksi tersebut ada beberapa komponen  yang diperlukan, salah satunya adalah perangkat jaringan.

1. Pengkabelan

  • Straight-Through
Jenis kabel ini digunakan untuk menghubungkan antara workstation dengan hub/switch. Kabel ini juga memiliki 4 pairs (8 wire) dimana setiap pin antara ujung satu dengan ujung lainnya harus sama. Maksudnya, bila salah satu ujung memakai standard T568-A maka ujung satunya harus memakai T568-A juga. Begitu pula sebaliknya, jika salah satu ujung menggunakan standard T568-B, ujung satunya juga harus sama.



  • Cross Over
Merupakan jenis kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar workstation atau antar hub/switch. Kabel jenis ini menggunakan standard T568-A pada salah satu ujung, dan T568-B pada ujung lainnya.



  • Roll Over
Digunakan untuk koneksi antara sebuah workstation ke port console pada sebuah router atau switch. Standard yang digunakan adalah T568-A pada salah satu ujung dan ujung lainnya urutan T568-A tinggal di roll (dibalik). Demikian juga jika yang dipakai adalah standard T568-B.



2. Praktikum Pembuatan kabel

  • Siapkan kabel UTP dan RJ 45 sebagai interfacenya
  • Potong jaket ujung kabel kira-kira 1.5 cm dengan cutter atau gunting, dan buanglah jaket tersebut. Hati-hati dalam mengupas jaket, jangan sampai kabel yang ada di dalamnya ikut terpotong.
  • Untwist atau buka lilitan masing-masing pasangan kabel
  • Untuk membuat kabel straight-trough, crossover maupun rollover, lihat standard T568-A atau T568-B
  • Sesuaikan masing-masing jenis kabel dengan standardnya, lalu luruskan hingga memungkinkan untuk bisa dimasukkan ke dalam RJ 45
  • Bila sudah dimasukkan ke RJ 45, crimpinglah dengan menggunakan peralatan yang ada agar kabel menjadi permanen dan tidak mudah goyah
  • Periksa terlebih dahulu urutan kabelnya sebelum dicrimping, karena kabel yang sudah dicrimping tidak dapat dicabut lagi. Artinya jika kita salah mengurutkan pasangan atau memasukkan ke RJ 45 nya kurang sempurna, besar kemungkinan kabel tidak dapat dipakai.


Selamat mencoba semoga bermanfaat !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar